Refil Pulsa ' Blog





Udah ga zaman loh sekarang beli pulsa. . .Sekarang zamannya ngisi pulsa sendiri . . .
Jadi ga usah cape ke warung pulsa sambil lari. .Tinggal Isi aja pake no Sendiri . .
Ya dengan deposit saja sebesar min . 50.000 saja.Sudah bisa loh HP Anda ngisi Pulsa
Terbukti Murah. . . Cepat Melesat Bagai Kilat Di jamin Ga Kan Kualat



Kesungguhan Khalifah Umar Bin Abdul Azis Dalam Qiyamullail

Diposting oleh Al-Mundzir Jumat, 25 Desember 2009

Khalifah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah adalah salah satu sosok khalifah yang sangat bersemangat dalam mengerjakan qiyamullail. Marilah kita dengar penuturan Fatimah yang merupakan isteri Umar bin Abdul Aziz, menceritakan tentang qiyamullail suaminya ini.

Fatimah Rahimahullah berkata,
“Umar bin Abdul Aziz, jika masuk ke rumah, dia langsung menuju ke mushallanya, kemudian dia menangis dan berdo’a sampai kedua matanya lelah (tidur), kemudian bangun. Seperti itulah yang dia lakukan di setiap malam.” (Taarikh Khulafa, As-Suyuthi)

Fatimah Rahimahullah berkata,
“Mungkin ada orang yang lebih banyak mengerjakan shalat dan puasa daripada Umar bin Abdul Aziz, tetapi aku belum pernah melihat orang yang lebih takut kepada Tuhannya daripada Umar. Jika dia shalat Isya terakhir (malam) dia menyendiri di mushallanya, lalu berdo’a dan menangis sampai kedua matanya tertidur. Kemudian bangun, berdoa dan menangis lagi sampai kedua matanya tertidur. Terus begitu sampai datang waktu shubuh.” (Az-Zuhud, Imam Ahmad)

Fatimah Rahimahullah berkata,
“Umar telah mengabdikan jiwa dan raganya untuk kepentingan manusia. Dia duduk untuk mereka di siang harinya, jika datang waktu sore dia masih melanjutkan tugasnya dalam memenuhi kebutuhan manusia sampai malam. Pada suatu sore dia sudah selesai dari tugas-tugasnya di siang hari, lalu dia mengambil lampu yang minyaknya diambil dari uangnya sendiri, kemudian berdiri dan shalat dua rakaat, kemudian dia merunduk dan meletakkan kepalanya di antara kedua tangannya, air matanya menetes di atas pipinya dan menangis tersedu-sedu. Demikianlah keadaannya pada malam itu sampai datang waktu subuh. Sedangkan pagi harinya dia berpuasa.” (Sirah Umar bin Abdul Aziz, Ibnu Al-Jauzi)

Pada suatu malam, Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah bangun untuk shalat malam, lalu membaca firman Allah, “Wa al-laili izaa yaghsyaa” (QS. Al-Lail), sampai pada firman Allah, “Fa andzartukum naaran taladzdzaa“, dia menangis sehingga tidak mampu melanjutkan ayat selanjutnya surat itu, dua atau tiga kali, sampai kemudian beliau membaca surat lainnya. (At-takwiif min An-Naar, Ibnu Rajab) (cobalah bagi pembaca situs ini untuk membuka mushaf Al-Qur’an, dan menghayati apa yang terkandung di dalam ayat-ayat ini).

Wahai saudaraku, inilah contoh-contoh kesungguhan Khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam Qiyamullail. Bagaimana dengan kita???

Wahai saudaraku, bangunlah dalam kegelapan malammu dan memohon ampunlah kepada Tuhanmu atas kemalasanmu dan banyaknya tidurmu. Teteskan air matamu sebagai tanda penyesalan dan katakan dengan nada memelas, “Wahai penyakit yang melalaikan hati, menyingkirlah. Wahai cahaya takwa dan keimanan, terbitlah…